SATUMALUKU.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.
"Bencana banjir dan longsor berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, sehingga langkah antisipatif menjadi sangat penting," ujar Kepala BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, di Ternate, Kamis (6/2/2025).
Fehby menekankan pentingnya mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing sebagai langkah mitigasi. Selain itu, masyarakat disarankan untuk menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan darurat, seperti makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, dokumen penting, serta uang tunai.
BPBD juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan semua pihak sangat diperlukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Warga diminta segera melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda potensi bencana di sekitar mereka.
"Kami mengimbau warga agar lebih waspada dan selalu siap menghadapi kemungkinan bencana. Jika menemukan tanda-tanda yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang," tambahnya.
BPBD terus memantau kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana di Maluku Utara.
Sementara itu, wilayah Maluku Utara dalam sepekan ke depan masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan gelombang tinggi. Para nelayan diimbau untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko sebelum melaut.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, M. Fauzi Bintiang, menjelaskan kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh terbentuknya sistem badai di selatan Pulau Jawa yang berdampak pada kecepatan angin di wilayah Maluku Utara, sehingga meningkatkan tinggi gelombang laut.
"Dalam seminggu ke depan, masih ada potensi angin kencang di wilayah Maluku Utara akibat Siklon Tropis Taliah yang berada di Samudra Hindia selatan Jawa," ungkapnya.
Wilayah yang perlu mewaspadai kecepatan angin dan potensi gelombang tinggi antara lain perairan Morotai, barat Halmaherq, Batang Dua, timur Halmahera, Gebe, Obi-Bacan, Gane dan Kepulauan Sula.
Potensi gelombang tinggi maksimum di wilayah-wilayah tersebut dapat mencapai dua meter.
BPBD dan BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana serta para nelayan, untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko bencana. (Tyo)