Pemprov Malut Minta Waspada, Aktivitas Gunung Gamalama Meningkat

Share:


SATUMALUKU.ID
– Pemerintah Provinsi Maluku Utara meminta masyarakat Kota Ternate untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Gamalama. 

Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan signifikan aktivitas gunung dalam sepekan terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, Fehby Alting, menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, terjadi peningkatan kegempaan vulkanik sejak 29 Januari hingga 4 Februari 2025.

"Peningkatan gempa vulkanik dalam menunjukkan adanya tekanan dalam tubuh Gunung Gamalama, yang bisa berpotensi meningkatkan aktivitas magmatik," ujar Fehby dalam imbauan tertulis seperti diberitakan Tempo.co, Kamis (6/2/2025).

Peningkatan ini paling tinggi terjadi pada 1 Februari 2025, ketika terekam 10 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 6 - 26 mm.

Berdasarkan data seismik dari 29 Januari hingga 4 Februari 2025, tercatat 3 kali gempa hembusan, 3 kali gempa tornillo, 36 kali gempa vulkanik dalam 15 kali gempa tektonik lokal, dan 58 kali gempa tektonik jauh.

Selain itu, Gunung Gamalama juga teramati mengeluarkan hembusan asap putih tipis hingga tebal dengan ketinggian 20 - 100 meter ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan, dan barat laut.

Berdasarkan analisis PVMBG, saat ini Gunung Gamalama berada pada Level II (Waspada), dengan potensi utama berupa erupsi freatik yang dapat melontarkan material dari kawah utama hingga radius 1,5 kilometer.

BPBD Maluku Utara mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1,5 km dari puncak Gunung Gamalama. Selain itu, BPBD Kota Ternate diminta mempersiapkan sumber daya darurat. 

Memastikan rambu dan jalur evakuasi tersedia dan mengupdate informasi melalui PVMBG dan saluran resmi

"Kami meminta masyarakat Kota Ternate tetap waspada, tidak terpancing informasi menyesatkan, dan selalu memantau perkembangan resmi dari pihak berwenang," tambah Fehby.

Masyarakat diharapkan tidak panik, namun tetap mengikuti imbauan dan langkah mitigasi bencana yang telah disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi erupsi. (Tyo)

Share:
Komentar

Berita Terkini